Perlukah setiap apa yang dibaca dicatat dan ditandai? Mungkin tidak perlu. Banyak yang berkata bahwa membaca ulang suatu tulisan bisa membawa hal baru, karena pemahaman kita yang semakin berkembang (atau malah hilang dan berubah) seiring waktu. Tandai saja jika memang mampu. Apa yang kamu baca, pasti memberi efek dan mungkin memang terlihat dalam hidupmu meski kadang tak disadari.
“Your perception is built out of what you attend to. Human eyes aren’t video cameras, and the memories formed aren’t videos. Your experience from moment to moment is edited for simplicity. The world outside your head and the world inside it are not identical.” (David McRaney)
Dalam proses belajar, saya suka membaca, dan kadang menulis dan mengetik apa yang saya pelajari. Kadang hanya salinan, kadang juga menuliskan pencerahan atau pertanyaan lanjutan. Semua mungkin berguna (bahkan mungkin tak semuanya juga) hanya untuk saya, atau setidaknya menurut sudut pandang saya. Bisa saja seiring waktu akan terbukti bahwa apa yang saya kumpulkan ternyata kurang tepat, entah berdasarkan penelitian siapa, atau hanya karena minat yang mulai sirna.
“There is. no known cure of the ills of ownership. Ownership simply changes our perspective. We overvalue everything that we own. Our propensity to overvalue what we own is a basic human bias, and it reflects a more general tendency to fall in love with, and be overly optimistic about, anything that has to do with ourselves.” (Dan Ariely)
Syukur-syukur apa yang saya bagikan melalui aneka website, blog, atau media sosial saya dapat berguna bagi orang lain. Bahkan, mungkin secara tidak langsung telah membantu Akal Imitasi yang suka menyerap informasi itu untuk membantu membentuk masa depan bagi manusia dan mesin.
“Most of your life is defined socially, not logically. You swim in a sea of social ideas and mental constructs shared by a culture both ancient and popular.” (David McRaney)
Tulis lagi dan lagi. Baca lebih banyak lagi. Entah apa dampak yang bisa dilihat, atau mungkin memang dampaknya cuma bisa dirasakan bahkan mungkin juga tidak. Bertumbuhlah. Teruslah membaca, selesai maupun tidak. Jangan berharap terlalu banyak atau berharaplah setinggi mungkin. Bebas aja.
“Blessed is he who expects nothing, for he shall never be disappointed.” (Alexander Pope)
Mungkin akan timbul kecewa karena harus mengulang banyak hal. Sesuatu yang mekanis dan harusnya bisa diotomatiskan. Atau mungkin kecewa karena tuntutan lain, yang datang bertubi-tubi tanpa bisa kita paksa untuk berhenti. Manusiawi. Karena kadang juga kita tak benar-benar mengerti apa yang dimaui diri ini.
“When someone simply repeats a previous argument, they are no longer functioning on logic or intelligence.” (Sandy Peterson)
Hidup manusia memang tak seperti artikel jurnal ilmiah. Tak selalu lengkap dan terprediksi strukturnya. Hasilnya juga tentu berbeda-beda. Ada yang dibaca, tuntas. Ada juga yang hanya menjadi karya, yang bahkan mungkin tak sampai paripurna.