Compounding dalam banyak hal dapat memberikan dampak yang tak terperi. Baik maupun buruk. Memang banyak pula hal yang perlu diotomatiskan agar tidak memakai working memory yang amat terbatas. Ada hal yang perlu pakai hafalan ‘pasif’, ada juga hal lain yang perlu kontemplasi.
“Never forget that you are the main data center. Drink water, and consume as much literature as possible.” (dondawastaken)
Umpan balik yang jelas dan konstruktif merupakan sesuatu yang mahal, kalau tak bisa dibilang langka. Tidak semua orang mau dan mampu memberikannya. Jangan harap seseorang akan berubah jika senantiasa diberi silent treatment. Diberi tahu dengan jelas aja belum tentu berubah. Tidak banyak orang yang ketika memperoleh silent treatment akan dengan aktif berusaha menebak-nebak lalu memperbaiki dirinya. Berilah feedback yang jelas dan lengkap, hanya dan hanya jika diminta. Jauhi yang namanya unsolicited advice.
Kalau mau menuliskan pesan atau apa yang sudah kamu tahu menjadi sebuah buku, ingatlah beberapa patokan dasar ini:
- Buatlah judul sementara, dari ide dasar atau topik utama yang masih luas banget.
- Pecah ide dasar menjadi 3-7 topik. Kalau niat banget dan rela bukunya jadi tebal banget ya boleh saja dipecah jadi lebih banyak lagi. Ini nanti akan jadi chapters/parts.
- Kalimatkan dulu target atau inti pesan yang ingin disampaikan untuk tiap ide. Lalu lengkapi part lain, boleh susun ulang, boleh mulai susun daftar isi, perbanyak isian tiap chapters. Pastikan dalam jangka waktu tertentu harus ada setidaknya 1 bab yang sudah fase selesai. Timing pengerjaan 1 bab pertama (bisa bab berapa aja, karena boleh saja tidak urut pengerjaannya) bisa jadi akan menjadi yang terpanjang. Lalu, sambil mengerjakan chapter lain, pastikan bab yang sudah ‘jadi’ masih relevan, jika perlu diubah ya ubah saja. Fokus untuk segera menuntaskan semua bab. Lalu susun ulang jika perlu, sehingga jadilah buku versi 01.
- Revisi, dan revisi lagi. Mungkin fase awal sampai bisa cukup layak diajukan ke proofreader (pihak lain yang belum terpapar buku tersebut) membutuhkan 3 atau lebih revisi mandiri.
- Masukan proofreader atau reviewer tidak selalu harus dituruti semua. Bisa jadi akan menjadi modal untuk menyiapkan buku lain.