Skip to content

Usaha Memperbaiki Diri

Butuh waktu panjang dan usaha berat untuk membentuk karakter dan tabiat baik.

Firman Tuhan Yesus amat perlu diobrolkan sesering mungkin, bahkan dalam percakapan harian, bukan melulu formal dalam bentuk khotbah atau renungan harian.

Cara, arah, dan tujuan harus selalu dikalibrasi. Orang tua butuh jadi teladan, perlu banyak baca, renungkan, dan pelajari Firman Tuhan, dan melakukannya, agar bisa memberi wejangan dari apa yang sudah terinternalisasi. Kalau perlu contoh akan jadi mudah karena tinggal sebut dari kebiasaan harian.

Terima dirimu sendiri apa adanya. Setelah memahami dirimu, mulailah lakukan perbaikan. Ini tidak kontradiktif. Kita memang perlu mengakui kondisi saat ini, petakan hal-hal yang perlu diupdate, upayakan hidup yang lebih baik itu. Terimalah kenyataan bahwa hidup ini, orang lain, lingkungan, bahkan semua yang bisa kamu rasakan itu tidak ideal, banyak cacatnya, dan tidak adil.

“The quality of your life is what it is when you are doing nothing.” (Naval)

Nikmati apa yang tersedia dan bisa dijangkau. Modifikasi seperlunya jika memungkinkan. Jika mau memulai lagi, perbaiki bahan baku dan prosesnya. Sebisanya, sekuatnya.

Bawalah tangisanmu dan keluhanmu pada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus tidak lupa, Dia tahu.

“Tuhan itu comedian namun tak semua orang siap dengan guyonannya.” (Dwipa Ekaputra)

“Don’t talk about your plans. Finish them. Stay quiet. Do the work. Let the results speak for you.” (Dominic Ng)

yosephsamodra
Public health researcher, scholarship consultant, and black coffee drinker.