Hidup itu berat, belajar juga berat. Jangan terperdaya dengan jargon belajar itu (wajib) (selalu) menyenangkan. Bacalah buku dengan serius, serap apa yang perlu, jangan cuma stabiloin sana-sini.
“Placebos are all about self-fulfilling prophecies.” (Dan Ariely)
Carilah Tuhan Yesus, setidaknya saat susah, biasakan, hingga saat senang pun kamu akan mencarinya. Aneh jika bahkan saat susah pun kamu tidak mau mencari Dia. Kombinasikan doamu yang isinya permohonan dengan ungkapan syukur. Selalu ada hal yang bisa disyukuri.
Jangan menipu, apalagi menipu diri sendiri. Berperilakulah yang baik.
“A good history book is not just a giant collection of all the information on a topic.” (Calum E. Douglas)
Perbaiki diri, interupsi kebiasaan dalam hidupmu yang tidak produktif, yang tidak membawamu ke mana-mana, bahkan menyiksamu dengan menyeretmu ke kondisi yang tidak kamu mau. Apa yang selama ini ada dalam catatan hidupmu hanyalah sejarah. Saatnya melaju.
Apa tujuan rebranding? Bukankan untuk setidaknya nampak berubah. Orang Kristen adalah ciptaan baru, bukan cuma sekadar rebranding, bukan hanya perubahan superfisial. Kekristenan bukan sekadar pesan moral atau performative act.
Small wins always counts. Sortir hidupmu. Pilah dan pilih apa yang baik, buang yang buruk. Buat to-do list, bahkan wishlist (or bucket list), lalu kerjakan, wujudkan. Jangan keburu pengadaan lalu bingung kenapa punya barang itu dan bingung bagaimana mengisi atau memanfaatkannya. Jika ingin punya rumah, ingat untuk mempertimbangkan 5 hal fungsional ini: gastronomi, musik, teater, belajar, dan mandi.
“Fortune always favours those who solve day-to-day problems.” (Uncle Ruckus)