Kopi tubruk merupakan hal yang saya suka. Biji kopi yang sudah disangrai sampai hampir hangus (ya, saya suka dark roasted beans), digiling halus atau agak kasar, diseduh langsung di mug. Tanpa disaring, tanpa diberi gula, susu, krim, atau bahan lain.
Entah di paper yang mana dan bagaimana bunyi aslinya, yang saya ingat dan pegang ialah kopi filter tidak sebaik kopi tubruk. Ada sesuatu yang nyangkut di filternya, yang adalah hal baik untuk tubuh manusia. Mungkin bisa saja keliru.
Seruputan kopi tubruk gilingan manual di pagi hari memberi kesan mendalam dalam memulai hari. Tak perlu gula karena memang sudah bisa dinikmati. Bahkan, ada jejak rasa manis di lidah, entah sensornya teraktifkan oleh zat yang mana. Nikmat aja, terlepas dari ada manis-manisnya, kadang efek sampingnya perut agak terasa asam, perih, atau mual. Bisa juga cuma memancing lapar atau mempercepat munculnya kehendak untuk buang air besar. Bagi saya, minum kopi sebagai sarapan nyaris nol kilokalori tidak jadi masalah besar.
Proses menggilingnya pun menjadi semacam terapi tersendiri. Karena manual, dua tangan harus aktif, ngga bisa disambi mengetik atau scroll-scroll layar. Tidak lama, mungkin hanya 5 menitan. Tapi bisa memaksa untuk tenang sejenak, apalagi ketika tidak disambi nonton atau dengar sesuatu.
Paling cocok ya setelah kopinya jadi maka mulai disruputi pelan-pelan. Pakai alunan musik (instrumental yang pas sesuai musim?) atau dengan bacaan di layar atau buku beneran, mantap itu. Kerjaan bisa menunggu. Menunggu lonjakan zat kimia di otak, yang sepertinya memang bisa membantu untuk semangat kerja di Senin, Selasa, dan seterusnya. Bisa juga modenya adalah semangat untuk bersantai. Sejauh ini jantung saya tidak berdegup kencang ketika sedang sesi ngopi pagi, pun kalau kadang ngopi malam. Palingan susah tidur aja, sehingga saya mencoba membatasi diri tidak ngopi lagi menjelang Ashar.
Dukung dan ajari keluargamu untuk gemar dan bisa menikmati kopi tanpa gula. Jangan cuma tahu minum air bening atau teh hijau. Jangan lupa juga memastikan minum cukup air ‘putih’ meski tak harus tembus 8 gelas per hari.
Taipei, 9 Oktober 2026.