Skip to content

Siapkan Masa Depan Gemilang

Buat kalian yang ingin memperbaiki CV, perbaiki juga rekam jejak digitalnya. Terkhusus buat yang ingin studi lanjut atau kerja menjadi dosen / peneliti di luar negeri.
Pastikan calon pemberi kerja/beasiswa bisa mendapatkan gambaran yg masuk akal ketika melakukan background checking.

Google Scholar

Pastikan biomu terupdate: full name, name variants, initials, affiliation, dan main research topic (3-5 ok aja).

Upayakan halaman profil google scholarmu muncul sebagai top 3 ketika orang cari nama lengkapmu di Google Search biasa.

Hindari:
klaim publikasi milik orang lain (biasanya sengaja klaim, bisa juga otomatis terklaim, padahal beda orang yang umumnya mirip namanya),
inflated profile (1 naskah tapi terinput lebih dari 1x, sebaiknya dimerge saja),
duplicate profiles,
many papers absent from indexed sources (sering akibat server jurnal sudah punah, kalau masih punya filenya sebaiknya taruh di researchgate atau tempat lain agar masih bisa ditemukan).

ORCID

Wajib punya. Isi secukupnya, aktifkan sinkronisasi otomatis.

ORCID ya, bukan ORCHID

LinkedIn

Pastikan timeline sinkron dengan CV. Bisa untuk taruh sertifikat dan credentials lain.
Sekali-sekali posting tentang topik penelitian/minat kuliah.
Bisa mulai berteman dengan calon dosen atau kolega.
Foto jangan pakai pas foto hitam putih.

PubMed, Scopus, Web of Science

Tiga ini yang top of mind pusat data penelitian bereputasi baik. Terutama bidang kesehatan dan kedokteran sih. Untuk bidang lain mungkin bisa menyesuaikan.

Intinya milikilah jejak publikasi terpercaya. Terbitkan skripsimu. Atau bisa dengan berkolaborasi global (GBD, dll) atau cek tawaran kolaborasi riset yang beredar di LinkedIn atau Twitter.

ResearchGate, Academia dot edu

Tempat untuk display dokumen apapun terkait kuliah atau kerja sebelumnya.
Silabus yang pernah disusun, slide presentasi, modul pelatihan, poster/flyer, dll bisa ditaruh di sini, asalkan milik sendiri dan memang boleh dishare ke publik.

GitHub, Zenodo, Figshare, OSF

Tempat untuk sharing hal-hal yang lebih teknis terkait pendidikan, penelitian, atau pekerjaan yang dimiliki.
Pastikan tidak melanggar privasi dan hak cipta.

Twitter

Twitter (kini X) juga bisa menjadi alat personal branding akademis. Dulu alasan saya gabung adalah karena Twitter adalah tempat peneliti dunia/labnya mengumumkan penemuan terbaru mereka.
Handle media sosial lain juga perlu diseragamkan, pastikan cukup santun, meskipun secara teori HRD tidak akan memasukkan hal-hal pribadi dalam penilaian latar belakang kandidat, tapi kita tidak bisa menjamin mereka tidak memiliki prasangka tertentu dari tampilan kita di media sosial.
Email boleh pakai yang gratisan, tapi pastikan handlenya tidak alay.

Semoga sukses selalu.

yosephsamodra
Public health researcher, scholarship consultant, and black coffee drinker.